Jumat, 02 Maret 2012

foto ku








Gunung Bromo


                                             Tips wisata ke Bromo
 Tips wisata ke Bromo sering dibutuhkan bagi yang ingin menikmati pemandangan paling indah matahari terbit di Indonesia. Ada sensasi tersendiri kala menyaksikan matahari pelan - pelan muncul dari balik gunung dan gumpalan awan terasa berada di bawah kita. Bagaikan kita berdiri di atas awan dan terbang menyusuri gunung. Dan untuk menuju Bromo ada tiga cara yang bisa kita terapkan.



1. JALUR PESAWAT UDARA
Langsung membeli tiket pesawat menuju Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur dari tempat anda berada menuju Surabaya. Sesampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa anda ingin turun di Probolinggo.

Sesampai Terminal Probolinggo, anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat.

2. JALUR KERETA API

Banyak pilihan untuk anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi apabila wilayah anda di Jawa dekat stasiun Kereta Api menuju Surabaya. Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya - Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo.

     3. JALUR BUS UMUM

Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif yang tersebar di terminal - terminal di pulau Jawa ini. Pilihlah jurusan Jember atau Banyuwangi.

Di Kecamatan Ngadisari banyak pilihan tempat menginap. Bisa di hotel atau rumah - rumah penduduk yang sekamar hanya 100 hingga 200 ribu rupiah saja. Urusan perut tak perlu khawatir. Ada banyak warung - warung makanan yang menjual minuman dan makanan panas untuk mengurangi dinginnya udara Gunung Bromo.

Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo lokasinya berada di Penanjakan. Anda perlu menyewa mobil jip hardtop untuk mengantar anda menyeberangi lautan pasir. Harga sewa sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah per mobil. Untuk sewa mobil ini anda bisa patungan dengan beberapa wisatawan. Satu mobil cukup untuk tujuh orang. Anda harus sudah memesan mobil jip ini pada malam hari. Pemilik hotel jam 03.00 WIB akan membangunkan anda untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap.

Jangan lupa membawa jaket, syal, sarung tangan, dan topi penutup telinga. Karena selain dinginnya udara, juga angin kencang membuat anda kedinginan. Sangat beruntung apabila anda datang tidak dalam keadaan cuaca mendung sehingga leluasa melihat matahari terbit.

Sekitar pukul 04.45 WIB matahari akan terbit perlahan - lahan. Sekitar 30 menit anda akan takjub melihat keindahan matahari terbit sampai akhirnya matahari terang berendang dan puncak Gunung Bromo terlihat bersebelahan dengan Gunung Batok .

Jangan kaget banyak pengunjung yang bertepuk tangan saat matahari muncul perlahan - lahan tersebut karena keindahannya memiliki sensasi tersendiri. Kita akan merasa berada di atas awan melihat kabut di bawah menari - nari diatas Gunung Bromo. Puncak Gunung Semeru juga kelihatan dari kejauhan membelakangi Gunung Bromo.

Setelah puas foto - foto bersama di Penanjakan, anda bisa langsung ke kawah Gunung Bromo. Mobil jip sewaan akan mengantar anda sampai pemberhentian terakhir di dekat pura di kaki Gunung Bromo. Untuk naik ke puncak kawah Gunung Bromo anda bisa naik tangga sampai puncaknya. Apabila tidak mau capai, anda bisa sewa kuda dengan ongkos 100 ribu rupiah. Anda akan naik kuda dengan dituntun pemilik kuda sehingga anda bisa aman di atas pelana kuda tanpa khawatir kudanya lari.

Dari puncak Gunung Bromo anda akan melihat langsung kawah yang sedikit berbau belerang. Pemandangan di bawah berupa keindahan lautan pasir dan Pura Hindu tampak anggun di kejauhan kaki gunung.

Kuda - kuda yang parkir menunggu pengunjung menyewa juga menambah keindahan pemandangan. Di sisi sebelah Gunung Bromo juga bisa dilihat Gunung Batok yang terlihat seperti bentuk kue berlapis raksasa karena bentuk gunungnya seperti berlapis - lapis.

Setelah puas berfoto ria di puncak Gunung Bromo anda bisa siap - siap turun dari puncaknya menuju Ngadisari. Tentu kembali dengan menaiki jip sewaan yang setia menunggu anda untuk kembali ke penginapan. Jangan lupa kesepakatan harga dengan supir jip sewaan anda harus detail, mulai dari jemput penginapan sampai pulang kembali ke penginapan. Jangan lupa berhenti sesekali untuk foto - foto.

Senin, 20 Februari 2012

Jalur Pendakian gunung merapi


Yogyakarta - Magelang - Boyolali turun di Selo.Biasanya para pendaki berangkat dari Selo sekitar pukul 2 atau 3 pagi yang memakan waktu selama 4-5 jam perjalanan. Di Selo, persediaan air harus dicukupi, karena dalam perjalanan menuju puncak sudah tidak ada mata air. Jalan setapak dari Selo terus menanjak dan akan ditemui Hutan Pinus, setelah perjalanan 2–3 jam kita akan sampai diperbatasan hutan dan daerah berpasir. Dari sini kita berjalan langsung ke Puncak garuda selama 1-2 jam. Turun dari Puncak Garuda sampai desa Selo memakan waktu 3-4 jam


Minggu, 19 Februari 2012

                               
                                             
Gn. Gede (2.958 mdpl)
Cibodas-PuncakGede-Alun alun Surya Kencana - Putri
26 - 28 Juni 2010
Akhirnya kesampaian juga utk menikmati kembali indahnya pemandangan di puncak gede, setelah vacum beberapa saat lamanya..
Pendakian kali ini lumayan berat dan rada ribet.. Berat karena harus ngangon beberapa pendaki pemula yang manja dan beberapa pendaki manula yang sudah buluk, karatan, dan penyakitan termasuk saya.. hehehe... Ribet karena perubahan sistem booking di BBTNGGP..
Sekedar info untuk rekan-rekan yang ingin mendaki Gn. Gede/Gn. Pangrango.

Tahapan-tahapan Booking pendakian yaitu :
1. Masuk ke situs
booking.gedepangrango.org
2. Lihat kuota pendakian ditiap pintu masuk, angka yg berwarna hijau dan bergaris bawah menandakan kuota masih tersedia.
3. Klik angka tersebut, akan muncul form isian booking online.. ikuti terus tahapan-tahapannya.
4. Setelah selesai, anda akan diberi nomor pendaftaran (PIN) catat nomor tersebut untuk mengecek ulang apakah pendaftaran anda sudah divalidasi pihak BBTNGGP.
5. Transfer uang pendaftaran minimal 30% dari total biaya pendaftaran ke Bank BNI Cabang Cipanas nomor 019 012 7132 atas nama Balai Besar tnggp (pnbp).
6. Kirim email konfirmasi ke booking@gedepangrango.org berisi nama ketua kelompok, tanggal pendakian, dan nomor rekening.
7. Cek ulang pendaftaran anda di situs
booking.gedepangrango.org dengan memasukkan nomor pendaftaran (PIN). Jika pendaftaran anda sudah divalidasi maka akan tampil seperti contoh :
8. Diprint untuk di tukar dengan SIMAKSI asli di Pos Pendaftaran TNGGP. Biaya perijinan pendakian yaitu Rp. 7.000/orang.

Laporan Perjalanan

Team Advance : Nasrul & Emir (Jum’at, 25 Juni 2010)
09.00 : Start pergerakan (advance) ke Cibodas
14.00 : Tiba di Pos Pendaftaran/Pos Informasi BBTNGGP
Tukar SIMAKSI, Tugas Perijinan selesai
15.00 : Tanya-tanya lokasi camp ke petugas BBTNGGP
Boleh apa tidak nge-camp (mendirikan tenda) di area BBTNGGP ??? Jawaban : Tidak Boleh
Selesai
15.30 : Turun ke warung Mang Idi
Lihat-lihat kondisi warung, cukup atau tidak nge-camp untuk 16 orang ??? Jawaban : Cukup
Tanya nasi goreng ke mang idi, harga bisa ngga Rp. 7.000,- per piring ??? untuk pesanan 16 piring. Jawaban : Tidak Bisa, harga Rp. 9.000/piring
Tugas Selesai
21.00 : Team bergerak ke Cibodas.. Warung Mang Idi
24.00 : Rest di Mang Idi

(Sabtu, 26 Juni 2010)
06.00 : Bangun tidur dan sarapan
07.00 : perSiapan
08.00 : pemanasan
09.00 : pergerakan (telaga biru)
10.23 : istirahat (telaga biru)
10.30 : pergerakan (panyangcAngan)
11.06 : istirahat (panyangcAngan)
11.30 : pergerakan (air terjun cipanas)
14.00 : istirahat, makan siang, ngcAmp (pergerakan di hentikan karena hujan)
21.00 : tidur

(Minggu, 27 Juni 2010)
02.00 : Packing
02.30 : pergerakan (kandang bAdak)
04.00 : ngcAmp, istirahat (kandang bAdak)
06.30 : masak & sarapan
08.30 : perSiapan & Packing
09.30 : pergerakan (puncAk geDe)
14.45 : pergerakan (surya kencAna)
15.30 : masak & makan
17.30 : perSiapan & Packing
18.30 : pergerakan tUrun g. PuTri
Senin, 28 Juni 2010)
03.30 : Tiba di Pos Gunung Putri
Biaya Pendakian :
Terminal Kp. Rambutan - Pertigaan Cibodas : Rp. 13.000
Pertigaan Cibodas - Parkiran Cibodas (Wr. Mang Idi) : Rp. 3.000
Tiket Masuk Gapura : Rp. 2.000
Perijinan TNGGP : Rp. 7.000
Gn.Putri - Pasar Cipanas : Rp. 3.000
Pasar Cipanas - Terminal Kp. Rambutan : Rp. 12.000

Rabu, 15 Februari 2012

gunung sindoro 3.136 m.dpl

Pagi hari di plawangan gunung slamet


Jalur pendakian gunung slamet


Gunung Slamet (3,432 ) adalah gunung tertinggi di Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur, berbentuk kerucut/Strato serta memiliki kawah yang masih aktif dan luas. Letusan besar terakhir terjadi pada tanggal 13 juli 1988, yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi 300 meter. Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Brebes. Dengan posisi geografis 7°14,30' LS dan 109°12,30' BT.

Pada awal bulan September 1995, hutan di Gunung Slamet ini mengalami kebakaran hebat, diperkirakan karena kesalahan manusia, yang mengakibatkan lenyapnya berbagai tumbuhan dan fauna khas yang masih tersisa di gunung ini, termasuk tanaman langka Edelwis Jawa yang merupakan tanaman khas Gunung Slamet. Edelweis Jawa disini, bunganya putih kekuningan dan tangkai bunganya serupa dengan daun kering yang panjang, berbeda dengan Edelweis di Gunung Gede-Pangrango yang bunganya keputih-putihan dan tangkai bunganya berbulu-bulu.

Hutan di kawasan Gunung Slamet, sebagian terdiri dari hutan alam, hutan alam produksi dan hutan produksi yang dikelola oleh PERHUTANI KPH Pekalongan Barat dan KPH Banyumas Timur. Pendakian ke Gunung Slamet cukup berbahaya, karena hutannya masih lebat dan jarang didaki, selama tahun 1975 - 1994 tercatat 17 orang meninggal di gunung ini, 10 orang diantaranya meninggal karena hujan salju pada bulan Februari 1992. Suhu dipuncak Gunung Slamet seringkali mencapai 0°C, karenanya kita harus menyiapkan fisik, logistik dan perlengkapan untuk mendaki gunung ini.

Untuk mencapai puncak Gunung Slamet, kita bisa melalui beberapa jalur: dari Utara via Gambuhan-Jurangmangu, dari Selatan via Baturaden-Gunung Malang, dan Timur via Bobotsari - Bambangan. Jalur yang paling dekat dan lebih aman, adalah dari Bambangan dan Jurangmangu, yang merupakan jalur yang dianjurkan, sedangkan jalur Baturaden sebaiknya dihindari karena banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan medannya terjal serta berbahaya.




Jalur Bambangan
Untuk menuju Bambangan (1.470 m.dpl), dari Purwokerto kita naik Bis ke jurusan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Di Bobotsari kita sebaiknya melengkapi perbekalan yang masih diperlukan. Dari terminal Bobotsari naik Primkodes (minibus) menuju Pasar Priatin di Desa Kutabawa Kecamatan Karangrejo. Dari Priatin kita berjalan sejauh 2,5 km menuju dusun Bambangan, karena hanya sesekali saja daa truk pengangkut yang melewati jalan tanah yang lembek dan berbatu ini. Kita juga bisa turun di Dukuh Penjagan (Serang), 2 km sebelum Priatin dan berjalan ke Bambangan sejauh 2,5 km melewati perladangan. Bila kita dari arah Pemalang, kita naik Bis jurusan Purwokerto, turun di Karangrejo, pertigaan ke Goa Lawa, dan naik minibus sejauh 7 km ke Priatin.
Dusun Bambangan merupakan hunian terakhir menuju Gunung Slamet, disini kita harus mengisi persediaan air, karena sepanjang pendakian, sulit ditemui mata air, terutama dimusim kemarau. Dusun Bambangan dihuni oleh kira-kira 900 penduduk, yang mengandalkan kehidupannya dengan bercocok tanam sayuran.

Di batas Kampung Bambangan, kita akan menjumpai Pondok Pemuda, sebuah gedung yang besar dan cukup megah yang dibangun Pemerintah Daerah Purbalingga untuk para pendaki. Setelah melapor ke Pak Mucheri, pendakian dimulai dari Pondok Pemuda, dimana ada jalan bercabang, yang kekanan merupakan jalur lama, kita bisa mengambil jalan yang lurus, karena rute yang baru ini lebih pendek.

Setelah perladangan kita akan memasuki kawasan Hutan PERHUTANI, dimana kita akan jumpai sebuah tempat berlindung (Shelter). Dari sini kita mendaki selama 0,5 Km dan akan melewati tempat yang disebut Pondok Gembirung (2.250 m.dpl) yang merupakan hutan alam, yang banyak ditumbuhi Pohon Gembirung. Dari sini sejauh 0,5 Km akan dijumpai Pondok Walang (2.500 m.dpl), berjalan lagi sejauh 0,5 Km kita akan menemui Pondok Cemara yang disekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan Cemara.
Dari Pondok Cemara kita terus mendaki sejauh 1,5 Km menuju Pondok Samanrantu (2.900 m.dpl) disini ada pondok peristirahatan sederhana. Diperlukan waktu 4-5 jam untuk mencapai Samarantu dari Bambangan, dan 2 jam lagi untuk mencapai Puncak. Dari Samanrantu perjalanan diteruskan sejauh 0,3 km menuju Samyang Rangkah yang dimusim hujan ada mata air, berjalan sejauh 0,6 km lagi melewati Samyang Kendit dan Samyang Jampang (2.950 m.dpl) kita akan sampai di Samyang Ketebonan (3.000 m.dpl). Di Samyang Jampang banyak ditumbuhi bunga Edelweis yang sekarang nyaris punah, dan kita bisa menyaksikan matahari terbit dari tempat ini. Kita terus naik ke Plawangan (3.250 m.dpl) yang merupakan perbatasan hutan dan daerah berbatu. Menuju puncak Gunung Slamet masih dibutuhkan waktu 1 jam lagi, melewati batu-batu lahar yang amat sukar, berupa batu lepas dan tajam, kita harus lebih waspada di daerah ini.


Setelah tiba di puncak akan terlihat hamparan padang lahar yang luas dan menakjubkan. Kita juga dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan ke arah kawah-kawah yang masih aktif, yang dinamakan Segoro Warian dan Segoro Wedi. Di puncak Gunung Slamet kita juga dapat menyaksikan panorama yang indah kearah puncak-puncak Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Ciremai juga kearah kota Tegal, Purwokerto, Brebes, dan di kaki langit membentang Samudra Hindia dan Laut Jawa. Untuk memantau kondisi vulkanisnya, Puncak Gunung Slamet dilengkapi pemantau gempa yang datanya ditransmisikan lewat pemancar radio dengan menara antena setinggi 18 meter.


Pendakian dari Bambangan menuju puncak Gunung Slamet ini memerlukan waktu sekitar 8 jam, sedangkan untuk turun dibutuhkan waktu sekitar 4 jam. Setelah pendakian kita bisa pergi ke Baturaden yang merupakan kawasan wisata, dimana tersedia banyak hotel dan penginapan dan fasilitas wisata lainnya. Di Baturaden kita dapat menikmati panorama lereng Gunung Slamet dengan amat indah, mandi air pnas dan berenang .